| | Kategory : Berita Photo| KRIMINAL

Aktor Intelektual Di Balik Pembunuhan Guru SDN Di Banjarmasin

Surabaya Fi: Buntut peristiwa pembunuhan yang menimpa Hadriansyah, guru  di Sekolah Dasar (SD) Negeri  I  Desa Sarigadung, Kecamatan  Simpang Empat  Tanah Bambu  Banjarmasin  yang terjadi  pada  9 Perbuaari 2004 silam, dipertanyakan Petrus Manampiring SH, MH.  Menurut Kuasa Hukum Lilik Dwi Purwaningsih (istri Alm Hadriansyah) ,  institusi penegak hukum khususnya pihak Kepolisian  Resort (Polres) Tanah Bumbu dianggap bertindak kongkalikong dan tidak berani menangkap H.Isam yang diduga menjadi otak dari kasus pembunuhan terhadap suami kliennya.

“Ini masalah nyawa seseorang juga menyangkut kehidupan dan masa depan keluarga almahurm Herdiansyah, jangan karena uang  hukum bisa di beli,” ujarnya.

Menurut Petrus, proses penangganan  pembunuhan  guru Sekolah Dasar  ini  banyak direkayasa,  sarat permainan dan tertutup, hal itu di sebabkan karena otak pembunuhan tersebut  adalah seorang pengusaha besar di bidang Batu Bara.

”Penyidikan pembunuhan terhadap almarhum Hadriansyah,  sarat kejanggalan   hukum, karena yang terlibat sebagai otak pembunuh adalah seorang pengusaha besar Batu bara  yang tergolong milyader,  sehingga proses hukumnya di buat rekayasa, Dia berani bayar  dan memilih siapa yang bakal dijadikan korban dan kambing hitamnya,” tandasnya.

Menurut Petrus, Tragedi pembunuhan terhadap Hedriansyah mirip dengan kasus pembantaian di Mesuji Lampung yang sekarang ini sedang marak.

Diceritakan, aksi pembantaian  guru olahraga SDN I Desa Sarigadung Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bambu yang berjarak  350 KM  dari kota Banjarmasin sangat memilukan. Alm Hadriansyah  tewas oleh sabetan golok pada 9 februari 2004 di rumah Dinas milik pak Lami  disebelah  sekolah SDN I.

Aksi pembantaian yang tergolong sadis itu banyak diketahui warga.  Dengan jelas beberapa warga melihat  dilokasi pembantaian seseorang  yang  dikenal dengan panggilan H. Isam atau Andi Syamsudin pengusaha ternama di daerah kota air Banjarmasin.

Raja batu bara yang lahir di Batu Licin tanggal 01 Januari 1977 keturunan  Andi Arsyad pedagang tembakau terkenal asal Bugis yang merantau ke Kalimantan Selatan.

Bisnis Batubara H Andi Syamsudin atau H, Isam yang digeluti berkembang  sangat pesat, pasalnya selain menggeluti bisnis pertambangan ber- omzet sekitar  Rp. 40 milliar per bulan dia juga mendirikan PT. Jhonlin  Air Transport dan  Shipping serta  PT. Jhonlin Marine yang bergerak di bisnis perkapalan  pengangkut  batu-bara . H, Isam mempunyai kapal tongkang sebanyak 16 unit, transportasi penerbangan dengan dua pesawat fokker dan dua helikopter serta bisnis  property.  balik cerita sukses itu, banyak berembus berita miring diantaranya  H. Isam diduga menjadi otak pembunuhan  guru olah raga SDN I di Desa Sarigadung.

Dalam kasus pembunuhan itu H. Isam tidak tersentuh hukum padahal saat kejadian berlangsung dia ada di tempat kejadian perkara, di duga kuat bocornya informasi pembunuhan itu terjadi akibat ada salah paham dan melenceng dari skenario awal. Ujungnya nama H Isam yang diduga menjadi otak  pembunuhan menyebar kemana-mana.

Mengakhiri penjelasannya kepada wartawan,  Pengacara yang pernah satu group dengan pengacara kondang OC Kaligis itu menegaskan,  bahwa bantuan hukum yang diberikan kepada Lilik Dwi Purwaningsi Istri Alm Hardiansyah sifatnya cuma-cuma alias Gratis, “ Saya hanya mencoba menegakkan benang basa saja.  Sebab keadilan di negeri ini harus ditegakkan meskipun bumi akan runtuh,” tegas Petrus Manampiring SH MH.

Keterangan Muhammad Aini alias Culin bin Asri

Senin  09 Pebruari 2004 jam 12.WITA saat saya  dirumah bersama 4 (empat) orang teman saya diantaranya : H.Babak alias Utuh Ardi , Ansyah , Asyid , Amat.  dipanggil H.Isam dirumahnya KM-2 Desa Tungkaran Pangeran , Kecamatan Batulicin , Kabupaten Tanah Bumbu .Haji Isam kemudian mengajak kami berlima ke dalam mobil Kijang yang dikemudikan oleh Ansyah, sebelumnya Haji Isam pernah bercerita di tantang orang untuk berkelahi namun tidak menyebutkan nama orang tersebut.Saat mobil hampir sampai  di KM-8 jalan Kodeco H.Babak dan saya ( Muhammad Aini alias Culin ) bertanya kepada Haji Isam “Kaya apa Ji ni orangnya ?.. “Kaya apa mun orangnya melawan , Ji ? .. dan Haji Isam menjawab “ Selesaikan aja Paling sebiji alat habis dan tidak berapa lama kami sampai dan Haji Isam menunjukan  orang yang telah menantangnya , dan seketika itu juga saya langsung mengejar korban ( Hadriansyah ) berlari menuju rumahnya dan saat itu juga saya mendengar  beberapa kali suara tembakan dari pistol Haji Isam sehingga masyarakat yang berada disekitar tempat itu ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri .Saat saya mengejar korban sempat saya mengayunkan parang mengenai bagian punggung belakang korban dan mengakibatkan tubuh korban terluka ,selanjutnya korban masuk ke dalam rumahnya dan didalam kamar korban tersebut ,saya mengayunkan parang saya kea rah kepala korban, tangan korban dan saat itu tubuh korban  terluka parah ,saya mendengar suara panggilan dari Haji Isam “ Lin … Lin .. kalau sudah cepati Lin …. Setelah mendengar suara panggilan Haji Isam saya mendatanginya , saat itu Haji Isam tepat  berada di depan rumah korban , lalu diajak masuk ke dalam mobil yang di parkir di depan pagar SDN I ,dikemudikan sendiri oleh Haji Isam menuju ke KM-14 jalan Kodeco .Dalam perjalanan Haji Isam berkata “ Lin ..ikam aja yang masuk …  selanjutnya saya bertanya “ kaya apa mun kita masuk ji …  berapa lama ? .. paling 3 atau 4 bulan Lin , palingan hanya sebiji alat habis ..  maksudnya alat exevator  ! .. selanjutnya saya diserahkan ke Polres Tanah Bumbu oleh Haji Isam di terima oleh Taufik Rahman anggota Polres Tanah Bumbu , selama dalam masa proses penyidikan dan masa penahanan ,saya dibesuk oleh saudara Maulana ( Pengusaha batubara ) dan Kapolres Tanah Bumbu  dan saya juga melihat H.Babak menerima uang dari  saudara Maulana , sedangkan Haji Isam tidak pernah datang dan membesuk saya.

Kemudian baru setelah saya menjalani masa hukuman 3 bulan 20 hari  di LP ( Lembaga Permasyarakatan ) Kotabaru , saya di besuk Haji Isam dan diberi uang Rp.2000.000.( dua juta rupiah ), Setelah bebas saya di jemput oleh Haji Isam dan LEBBA Max Nandoko Rohi,SH ,  ( Kejaksaan ) di bawa ke Hotel GRAND  Banjarmasin untuk hiburan juga dijanjikan rumah , mobil namun kenyataannya saya malah dipecat oleh Haji Isam.

Kesimpulan Hukum .

Ironisnya hanya 2 orang  pelaku yang diseret ke pengadilan dengan vonis 3 bulan 20 hari  penjara untuk  M.Aini  alias Culin dan 3 bulan 7 hari untuk  Haji Babak alias Utuh Ardi yang disidangkan oleh  Ketua Majelis Hakim PN Kota baru Lebba Max Nandoko Rohi,SH , beranggotakan Budi Aryono ,SH dan Nyoto Hindaryanto ,SH petikan putusan itu tertuang  No.91/Ptd.B/2004/PN.KTB – 3  Agustus 2004.Seharusnya Penyidik dan Jaksa menjerat pembunuhan dengan pasal  berlapis , yakni pasal 340 KUHP, junto pasal  351 KUHP ayat 3 , junto pasal 338 KUHP dari akumulasi ancaman pasal tersebut , dapat dihukum 20 tahun penjara atau maksimal  pidana mati.

Kami mohon  Bareskrim Mabes Polri –Brigadir Jenderal Polisi Ronny F Sompie tergerak segera memeriksa kebenaran BAP ( Berita Acara Pidana ) yang dibuat penyidik Polres Tanah Bumbu  , untuk menempatkan proporsi hukum yang benar dan adil , tandas “ Petrus Manampiring ,SH .

Sementara Pakar Hukum Internasional  I Wayan Titib  Sulaksana saat dimintai komentarnya terkait ringannya putusan pengadilan yang menjatuhkan vonis 3 bulan 20 hari  kepada M.Aini alias Cullin dan keterlibatan H Isam, “ sangat ironis dan tidak masuk akal bahwa hukuman menghilangkan nyawa orang lain kog di hukum ringan, seperti kecelakaan saja, harusnya menerapkan pasal 338 dan  340 jika  pengeroyokan  berakibat menghilangkan  nyawa orang lain menerapkan pasal 170 dan 351 KUHP, jika hukumannya ringan ini guyonan, sehingga patut diduga ada permainan non teknis, apalagi di daerah,  karena kita tahulah mulai dari tukang parker sampai pemimpin republik  ini  ya seperti ini, korup semua. Tentang keterlibatan  H Isam dalang semua ini, kita pegang 2 prinsip karena dalam hukum pidana minimal harus ada 2  alat bukti dan saksi yang cukup, dan M.Aini alias Cullin harus melaporkan ke kepolisian, jika  tidak ditanggapi di kepolisian daerah harus melaporkan ke mabes Polri”, tegasnya.(Dargombes Fi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>






Links:louis vuitton